Dirjen Anggaran Depkeu pada tanggal 31 Juli 2009 merilis perkembangan asumsi dasar ekonomi makro dan realisasi APBN 2009.
1 Pertumbuhan Ekonomi
Dalam UU APBN 2009 pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan sebesar 6%.Dalam
Dokumen Stimulus Fiskal, dikoreksi menjadi 4,5%.Sedangkan dalam NK & RAPBN-P 2009
target tersebut dikoreksi lagi menjadi 4,3%
Pada triwulan I pertumbuhan ekonomi sebesar 4,4% dan triwulan II diprediksi
mencapai 3,7%.Dengan asumsi tersebut angka pertumbuhan ekonomi selama Januari-Juni
(semester I) diprediksi mencapai 4,1% atau lebih rendah dari periode yang sama
tahun 2008 yang mencapai 6,34%
2.Inflasi
Dalam UU APBN 2009 inflasi ditargetkan sebesar 6,2%
Dalam Dokumen Stimulus Fiskal disesuaikan menjadi 6%
Sedangkan dalam NK & RAPBN-P 2009 dikoreksi menjadi 5%
Realisasi inflasi selama semester I 2009 (%yoy)sebesar 3,65% lebih kecil dari
periode sama tahun lalu sebesar 11,03%
3.Nilai Tukar Rupiah
Dalam UU APBN 2009 , asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebear Rp 9.400
Dalam Dokumen Stimulus Fiskal disesuaikan menjadi Rp 11.000
Sedangkan dalam NK & RAPBN-P 2009 dikoreksi menjadi Rp 10.600
Realisasi selama semester I 2009 rata-rata Rp 11.082,3 atau melemah dibandingkan
posisi pada semester I 2008 yang mencapai Rp 9.259,3
4.Suku Bunga SBI 3 bulan
Target dalam UU APBN, Dokumen Stimulus maupun RAPBN-P 2009 sebesar7.5%
Realisasi rata rata selama semester I 2009 sebesar 8,5% meningkat dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 8,2%
5.Harga Minyak mentah Indonesia (ICP)
Dalam UU APBN 2009 dipatok sebesar US$ 80/barel. Dalam dokumen stimulus dikoreksi menjadi US$ 45/barel sedangkan pada NK & RAPBN-P 2009 disesuaikan menjadi US$ 61/barel
Realisasi selama semester I 2009 sebesar US$ 51,6/barel menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 109,4/barel
6.Lifting Minyak Mentah
Dalam UU APBN 2009 , Dokumen stimulus maupun NK&RAPBN-P 2009 lifting minyak mentah ditetapkan sebesar 960 ribu barel per hari. Sedangkan realisasi selama semester I mencapai 957 ribu barel per hari yang berarti lebih tinggi dari realisasi tahun lalu sebesar 846 ribu barel per hari
Rabu, 05 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar