Senin,10 Agustus 2009. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2009 sebesar 2,3% dibanding triwulan I 2009 (q-to-q). Sedangkan apabila dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun 2008 mengalami pertumbuhan 4% (y-o-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama semester I 2009 jika dibanding dengan periode yang sama tahun lalu tumbuh 4,2%
Besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2009 mencapai Rp1.365,5 triliun,
sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp540,1 triliun.
Senin, 10 Agustus 2009
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2009
Rabu, 05 Agustus 2009
Realisasi Asumsi Makro 2009
Dirjen Anggaran Depkeu pada tanggal 31 Juli 2009 merilis perkembangan asumsi dasar ekonomi makro dan realisasi APBN 2009.
1 Pertumbuhan Ekonomi
Dalam UU APBN 2009 pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan sebesar 6%.Dalam
Dokumen Stimulus Fiskal, dikoreksi menjadi 4,5%.Sedangkan dalam NK & RAPBN-P 2009
target tersebut dikoreksi lagi menjadi 4,3%
Pada triwulan I pertumbuhan ekonomi sebesar 4,4% dan triwulan II diprediksi
mencapai 3,7%.Dengan asumsi tersebut angka pertumbuhan ekonomi selama Januari-Juni
(semester I) diprediksi mencapai 4,1% atau lebih rendah dari periode yang sama
tahun 2008 yang mencapai 6,34%
2.Inflasi
Dalam UU APBN 2009 inflasi ditargetkan sebesar 6,2%
Dalam Dokumen Stimulus Fiskal disesuaikan menjadi 6%
Sedangkan dalam NK & RAPBN-P 2009 dikoreksi menjadi 5%
Realisasi inflasi selama semester I 2009 (%yoy)sebesar 3,65% lebih kecil dari
periode sama tahun lalu sebesar 11,03%
3.Nilai Tukar Rupiah
Dalam UU APBN 2009 , asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebear Rp 9.400
Dalam Dokumen Stimulus Fiskal disesuaikan menjadi Rp 11.000
Sedangkan dalam NK & RAPBN-P 2009 dikoreksi menjadi Rp 10.600
Realisasi selama semester I 2009 rata-rata Rp 11.082,3 atau melemah dibandingkan
posisi pada semester I 2008 yang mencapai Rp 9.259,3
4.Suku Bunga SBI 3 bulan
Target dalam UU APBN, Dokumen Stimulus maupun RAPBN-P 2009 sebesar7.5%
Realisasi rata rata selama semester I 2009 sebesar 8,5% meningkat dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 8,2%
5.Harga Minyak mentah Indonesia (ICP)
Dalam UU APBN 2009 dipatok sebesar US$ 80/barel. Dalam dokumen stimulus dikoreksi menjadi US$ 45/barel sedangkan pada NK & RAPBN-P 2009 disesuaikan menjadi US$ 61/barel
Realisasi selama semester I 2009 sebesar US$ 51,6/barel menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 109,4/barel
6.Lifting Minyak Mentah
Dalam UU APBN 2009 , Dokumen stimulus maupun NK&RAPBN-P 2009 lifting minyak mentah ditetapkan sebesar 960 ribu barel per hari. Sedangkan realisasi selama semester I mencapai 957 ribu barel per hari yang berarti lebih tinggi dari realisasi tahun lalu sebesar 846 ribu barel per hari
BI Rate 6,5%
Rabu, 5 Agustus 2009. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin ke level 6,50%. Level ini merupakan terendah sejak suku bunga acuan ini digunakan pada 5 juli 2005 di level 8,50%.